Terdapat dua jenis pencahayaan yang dapat dimanfaatkan dalam rumah yaitu pencahayaan alami yang diperoleh dari cahaya matahari, dan pencahayaan buatan yang dihasilkan dari lampu maupun lilin. Pencahayaan buatan yang dibutuhkan setiap ruangan dalam sebuah rumah tentunya berbeda, dikarenakan fungsi dan kesan yang ingin ditampilkan berbeda-beda. Adapun perbedaan pencahayaan buatan pada setiap ruangan adalah sebagai berikut:
Pencahayaan pada teras bertujuan memberikan keamanan pada rumah. Tempatkan general lighting pada bagian depan teras, sedangkan sudut teras dapat menggunakan pencahayaan setempat berupa lampu dinding.
Gunakan warna cahaya putih untuk menampilkan hijaunya tanaman hias didepan teras, guna memberikan keindahan teras yang juga dapat dinikmati penglihatan.
Untuk pencahayaan di dalam ruang tamu dipengaruhi oleh luasan ruangan dan furniture yang ada. Jika ruangan luas maka memungkinkan dilakukan pembagian area, dimana area focal point menggunakan pencahayaan sentral (general lighting). Pilihlah pencahayaan dengan intesitas yang sedang guna menciptakan kesan hangat dalam ruangan.
Sedangkan pada ruang tamu yang tidak terlalu luas, arahkan pencahayaan ke dinding maupun plafond karena pantulannya akan memberikan kesan ruang yang lebih luas. Pencahayaan juga dapat dimainkan dengan lampu dinding yang menyorot kearah dekorasi ruang tamu.
Kelangsungan aktivitas memasak pada dapur membutuhkan pencahayaan yang terpusat dengan intensitas yang maksimal. Tempatkan task lighting berupa lampu sorot atau halogen pada bagian bawah kabinet dapur yang mengarah langsung ke area kerja. Sedangkan untuk area island table gunakan lampu gantung tepat diatasnya.
Untuk ruang makan cukup menggunakan lampu gantung atau chandelier yang menghasilkan pencahayaan sentral di atas meja. Atur ketinggian lampu sesuai kesan yang ingin ditampilkan.
Pencahayaan central dengan warna cahaya kuning cocok digunakan pada kamar tidur untuk memberikan kesan rileks, dan nyaman. Pastikan bohlam lampu terlindungi sempurna di dalam rumah lampu, atau bisa menggunakan downlight maupun lampu strip pada plafon untuk menghindari efek silau. Akan lebih baik jika memasang dimmer untuk mengatur intensitas pencahayaan agar dapat disesuaikan dengan aktivitas.
Pencahayaan dekoratif juga dapat ditambahkan seperti lampu strip pada back drop headbed yang mampu memberikan kesan hangat dengan cahaya berwarna kekuningan. Serta pada bagian bawah tempat tidur juga dapat ditambahkan lampu yang dapat memberi efek dramatis pada area ini.
Untuk kamar mandi diperlukan pencahayaan direct pada plafon yang dapat menerangi seluruh bagian ruangan ini. Pasang side lighting di bagian atas kedua sisi cermin pada area kering guna menciptakan bayangan yang menghalangi refleksi cahaya yang sebenarnya.
Itulah tips dari arsifan mengenai Tips Pencahayaan di dalam Rumah. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman pembaca sekalian. Semoga bermanfaat!